GIZ! Blog

GIXIPP #14 : Bumi Upil Semesta

— Jul 7, 2014 - Terakhir diedit: May 23, 2020 —

“Huahahahaha… kita ini cuma upil! Human race is only upil!!!” Setelah kupencet tombol ini, maka umat manusia akan punah. Haruskah aku melakukan? Harus? Iya! Sebelum revolusi industri terjadi, umat manusia masih makluk hidup. Namun sejak abad 18, jumlah manusia menjadi kebanyakan. Kebanyakan jumlah. Kebanyakan tingkah. Dan Kebanyakan polah. Umat manusia adalah eksponensial. Kesialan yang berpangkat-pangkat. Seperti yang diprediksikan dengan benar bahwa tahun 2024 human racetelah melewati milestone baru. Ialah populasi manusia akhirnya menjadi 8 billion. Dan itu tidak sedikit. Tidak sedikit keamburadulan yang terjadi karenanya. Saya ini cuma manusia seupil dari keseluruhan 8 billion umat manusia di tahun 2024 ini. Tapi sebenarnya, dibanding semesta kita. Bumi ini cuma seupil semesta. Tapi apakah selamanya upil dianggurkan? Jika dan hanya jika upil segede kelereng, bukankan kalian tidak bisa bernafas? Maka dari itu upil adalah masalah. Tiap hari kita harus membuang upil kita sehingga nyaman dan aman. Dan seperti saat ini adalah saat yang tepat. Untuk menghancurkan upil ini untuk selamanya. Semenjak 13 tahun lalu kumulai menciptakan reaksi atom bio untuk menghancurkan gunung sebelah rumah, nampak hari ini cukup untuk menghancurkan bumi. Tinggal satu pencetan… maka bumi hangusmelebur dan bermetamorfosis. Untuk semesta yang lebih baik. Untuk bumi yang lebih baik. Tanpa umat manusia, termasuk saya. Oh tidak!