GIZ! Blog

GIXIPP : Deprecated!

Suatu hari, aku merelakan satu demi satu benih dan membiarkannya untuk mengakar. Semoga.

— Nov 11, 2014 - Terakhir diedit: May 23, 2020 —

Oh tidak!

Atas berkat rahmat Tuhan Yang Maha Luar Biasa Bikin Kaget aku katakan padaku dan si cerebrum, si lobus frontal, si hippothalamus dan teman-temannya bahwasanya…

GIXIPP has been deprecated!

Mereka pasti kecewa, setelah sekian lama mereka akhirnya meresa disumberdayakan dengan sangat eh aku putuskan untuk menghentikan secara sepihak. Atau tidak sama sekali?

  • GIXIPP #1 : Seonggok Budak Teknologi
  • GIXIPP #2 : Satu Jentikan Jari
  • GIXIPP #3 : Rem Roda Kehidupan
  • GIXIPP #4 : Empat Jemari Kesepian
  • GIXIPP #5 : Mendewasakan Tulisan Blogger
  • GIXIPP #6 : Sistem Informasi Mbokdhe
  • GIXIPP #7 : Selamatkan Air Kami
  • GIXIPP #8 : Pesan Penuh Kamu
  • GIXIPP #9 : Jarak Tempuh Kita
  • GIXIPP #10 : Sistem Penyesat Global
  • GIXIPP #11 : Talenan Kita Beda
  • GIXIPP #12 : Dunia Pelarian Diri
  • GIXIPP #13 : Alien Pelosok Desa
  • GIXIPP #14 : Bumi Upil Semesta
  • GIXIPP #15 : Kesempurnaan Setengah Setengah
  • GIXIPP #16 : Kepekaan Jiwa Hidup

Namun, 16 biji adalah bukan yang sedikit, setidaknya bagiku begitu. (bagiku)

Tapi tentu berbeda dengan biji semangka, dan semangka merah yang kumakan bersama keluarga besarku. Banyak benar bijinya sehingga kami harus berebut mencari dan mencuri tengahnya biar bisa makan dengan nyaman tanpa biji.

Tapi semangka kuning ialah non-biji.

Dan kami sedang terbuai dengan semangka non-biji. Dan itu tidak seru jika kau mengerti. Walaupun aku bingung harus bahagia atau sedih. Ketika kumulai si GIXIPP ini sekitar lebih setahun yang lalu, aku berharap ini adalah batu terbaik yang perlu aku tantang, perlu aku takhlukkan, perlu aku tempa. Dan ketika aku lagi (merasa) keren-kerennya melawan batu tersebut, eh aku berhenti, terhenti, dihentikan secara mendadak. Siapa yang tidak sedih nan shock tiada tara?

Namun walaupun aku sedih. Aku sungguh dalam kesedihan yang banci.

Kenapa?

Karena aku tecengang! Karena ketika aku buka kembali arsip GIXIPP, lalu aku copy-paste biji-bijian tersebut dalam sebuah tanah kosong, eh sebuah biji-bijian itu nampak menarik untuk menjadi benih-benih yang luar biasa. Benar-benar kaget. Ya walaupun itu hanya 50 halaman, aku sungguh kepikiran menjadikannya 500 halaman. Benih-benih terbaik, hasil kerja keras si otak dengan didera deadline dan telat yang bikin malu.

Sungguh!

Sungguh muluk-muluk maksudnya…

Harapanku sederhana. Ketika umurku pas seperempat abad, aku bisa menghadiahi diriku sebuah kebanggaan baru, kekuatan baru serta merta kemauan baru. Aku diharapkan berhasil menyemaikan benih-benih menjadi pohon-pohon yang berakar kuat, baik tunggang maupun serabut, terserah, baik berdaun menyirip atau menjari, terserah, baik berbuah maupun berbunga-bunga hore entahlah.

Dan pohon-pohon tersebut membentuk hutan. Hutan yang bisa jadi lebat atau biasa saja terserah. Yang dimana itu adalah jejak awal atau akhir dari pencarianku. Tempat baru yang luar biasa baru untuk aku jelajahi, aku nikmati… aku dan petualanganku(?)

Terima kasih, GIXIPP dan semoga menjadi G!